Selasa, 05 Januari 2010

etika bisnis budaya kerja timah

ETIKA BISNIS

BUDAYA KERJA TIMAH
Budaya kerja perusahaan adalah budaya yang memiliki pengaruh kejiwaan yang besar dalam membentuk perasaan, pikiran, pembicaraan, sikap kerja dan tindakan karyawan dalam bekerja.
Di dalam suatu perusahaan berkumpul banyak orang dengan berbagai karakter yang harus bekerja sama bahu membahu untuk mencapai tujuan perusahaan. Meskipun adanya perbedaan sikap hidup, tata nilai, atau sikap kerja masing-masing orang, sebagai satu kesatuan mereka harus selaras atau menyelaraskan diri dengan budaya kerja perusahaan demi tercapainya tujuan perusahaan.
Budaya Kerja, yang akan menyearahkan tata nilai organisasi dengan tata nilai pribadi akan menumbuhkan "MANUSIA TIMAH" YANG UNGGUL, TANGGUH & BERMARTABAT.

Budaya kerja Timah yang ditanamtumbuhkan adalah budaya kerja 3K berlandaskan pada

* KEBERSAMAAN
* KETERBUKAAN
* KEBERSIHAN

Setiap karyawan Timah harus dapat menyelaraskan diri dengan budaya kerja 3K.

Mereka yang sulit menyelaraskan diri, perlu menentukan sikap yang jelas, karena perusahaan tidak akan mengubah budaya kerja hanya semata-mata untuk kepentingan satu dua orang saja.

Dengan demikian semua karyawan PT Timah (Persero) Tbk harus menempa diri untuk menyamakan dan menyatukan keyakinan dan tekad guna menerapkan sikap kerja yang berlandaskan budaya kerja 3K dan meninggalkan budaya kerja yang tidak sesuai. Bila kita semua dengan tekad bulat dan sepenuh hati menghayati dan menerapkan sikap kerja yang berlandaskan budaya kerja 3K, maka Wawasan Usaha Timah pasti akan dapat tercapai.
Kebersamaan
Landasan kebersamaan harus kita tempatkan dalam jiwa masing-masing, untuk menghayati: masalahmu adalah masalahku dan kepentinganku adalah kepentinganmu. Dengan penghayatan tersebut akan terbangkitkan semangat kebersamaan untuk menggalang kekuatan mencapai tujuan perusahaan.

Tujuan perusahaan adalah tujuan bersama yang hanya akan dapat dicapai dengan semangat kebersamaan dalam bekerja.

Paham egoisme dan arogansi sektoral, yaitu menganggap dirinya atau satuan kerjanya.

* Yang paling penting
* Yang paling berjasa
* Lebih diperlukan daripada yang lain
* Lebih hebat daripada yang lain,

Akan menimbulkan situasi kerja yang tidak serasi, dan berakibat masing-masing berjalan dengan cara dan kepentingannya sendiri-sendiri. Sepandai apapun diri kita, apabila tidak mempunyai semangat kebersamaan, tujuan perusahaan tidak akan tercapai.
Keterbukaan
Landasan Keterbukaan adalah kesiapan diri dalam membuka peluang berkomunikasi terhadap gagasan, saran, pembaharuan, dan teknologi yang berkembang di luar kita. Keterbukaan akan menumbuhkan sikap dan kekuatan untuk selalu melakukan pembaharuan yang berdayaguna dalam menghadapi persaingan.

Untuk memiliki budaya keterbukaan, syarat pokok yang diperlukan adalah kemampuan berkomunikasi aktif. Anggapan bahwa kita telah melakukan yang terbaik dan benar harus diuji kembali dan dirumuskan dengan membandingkan perkembangan di luar perusahaan.
Kebersihan
Landasan Kebersihan memiliki arti yang luas, mencakup bersih lahir dan bersih batin.

Bersih lahir diungkapkan melalui tindakan-tindakan yang tidak merusak lingkungan dan tidak mengganggu kenyamanan suasana kerja orang lain. Tidak merusak lingkungan berarti perusahaan dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekitarnya, dan tidak mengganggu kenyamanan suasana kerja orang lain diartikan bahwa lingkungan tempat kerja harus selalu bersih, tertata harmonis dan sistematis.

Bersih secara batin adalah sikap tulus dan jujur yang dapat membedakan tindakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah, yang halal dan yang haram.

Kita harus berbudaya bersih agar mampu mengendalikan diri, menolak komisi, suap, menghindari manipulasi dan korupsi, menolak pemberian dalam bentuk apapun yang dapat merusak moral dan mengganggu pekerjaan serta merugikan perusahaan.
SIKAP KERJA PT Timah (Persero) Tbk
Penerapan budaya kerja 3K secara menyeluruh oleh karyawan PT Timah (Persero) Tbk akan membentuk tata nilai organisasi dan tata nilai pribadi yang serasi dan yang pada gilirannya akan menimbulkan suasana kerja positif dalam menumbuhkan landasan sikap kerja karyawan PT Timah (Persero) Tbk. Landasan sikap kerja karyawan PT Timah (Persero) Tbk terdiri dari 5 unsur, yakni PTPRS:

* PERCAYA
* TERBUKA
* POSITIF
* RASIONAL
* SADAR BIAYA


PERCAYA
Dengan menerapkan sikap kerja positif dan terbuka, akan terbentuk kondisi yang menunjang untuk timbul dan terbinanya saling percaya antara semua karyawan, antara pimpinan dan bawahan maupun antar sektoral. Kondisi saling percaya akan menumbuh-kembangkan sikap kerja percaya yang sangat dibutuhkan untuk menimbulkan sinergi maksimal dan meningkatkan fungsi kerjasama kelompok dalam rangka pengembangan perusahaan.

TERBUKA
Sikap kerja terbuka diwujudkan dalam tiga tindakan pokok, yaitu:

* Aktif Memberikan Informasi yang Benar
Berikanlah informasi yang benar pada alamat yang tepat. Tindakan ini akan memperlancar proses penyelesaian pekerjaan. Apabila kita mempersulit pemberian data dan informasi, berarti kita dengan sengaja menghambat kemajuan perusahaan. Tindakan menahan atau bahkan memanipulasikan data dan informasi merupakan tindakan yang merugikan dan dapat menghancurkan perusahaan yang pada akhirnya akan menghancurkan masa depan kita. Keterbukaan informasi dibatasi oleh seberapa jauh tingkat kerahasiaan yang diijinkan untuk diketahui oleh tingkat jabatan tertentu. Dengan demikian tidak semua tingkat jabatan harus memperoleh informasi yang sama dan hal ini benar-benar harus kita pahami sesuai dengan posisi jabatan kita.
* Saling Mengingatkan
Manusia Timah harus selalu mengambil prakarsa untuk mencegah dan mengingatkan rekan sekerja agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang berakibat merugikan perusahaan. Untuk kepentingan perusahaan, jangan sungkan dan jangan ewuh pakewuh.
* Satria
Manusia Timah adalah seorang kesatria yang dalam menjalankan tanggung jawabnya diwujudkan secara terbuka dengan menyatakan kesanggupan memikul risiko dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut.

Rasa setia pada cita-cita dan wawasan perusahaan perlu diungkapkan secara terbuka untuk menjaga kesinambungan usaha seluruh karyawan dalam mewujudkan Manusia Timah yang Tangguh, Unggul dan Bermartabat.
POSITIF
Manusia Timah harus senantiasa berpikir positif. Dengan sikap ini, Manusia Timah mampu:

* Melihat orang lain pertama-tama dari sisi kebaikannya dan keunggulannya, bukan dari sisi keburukan dan kelemahannya.
* Melihat pekerjaan dari sisi manfaat atau kegunaannya, bukan dari sisi berat dan sulitnya.

Dengan demikian kita tidak akan berburuk sangka kepada siapapun. Kita harus mampu melihat hal yang positif dari orang lain agar kita tetap dapat bekerjasama dalam memajukan perusahaan dan kita harus bersyukur pula atas kelebihan orang lain karena kita dapat belajar dari pengalamannya. Dengan berpikir positif, kita akan lebih bijaksana dan dapat menyelesaikan masalah apapun dengan pandangan yang lebih jernih serta selalu optimistis dan bersemangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang berkesinambungan dalam mengembangkan perusahaan.
RASIONAL
"Manusia Timah" adalah manusia yang rasional. Ini berarti setiap rencana, keputusan, tindakan dan pengendalian selalu berpola pikir yang berlandaskan pada logika/nalar, faktual, lugas, obyektif, tidak emosional dan adil. Dengan berpola pikir rasional kita mampu berpikir strategis dan selalu obyektif dalam lingkup perusahaan dan untuk kepentingan perusahaan. Seorang Manusia Timah selalu bersikap rasional. Pantas dalam berpikir, bertindak, berperilaku, bertutur, berpakaian dan sebagainya. Dia jujur dan tidak pernah berlebihan, dia juga rendah hati tetapi tidak rendah diri. Dia memutuskan dengan rasional apa yang pantas untuk dirinya, untuk keluarganya dan terutama dia tahu apa yang terbaik dan pantas dilakukannya untuk perusahaan yang menjadi sumber penghidupannya.

SADAR BIAYA
Penerapan sikap kerja percaya, terbuka, positif dan rasional akan menimbulkan kondisi kerja yang dinamis berlandaskan efisiensi dan efektivitas untuk mencapai cita-cita perusahaan.

Kondisi kerja ini membutuhkan manusia-manusia yang selalu siaga atau siap memecahkan serta menanggulangi permasalahan-permasalahan yang ada. Kondisi siaga ini membuat mereka selalu responsif dan dinamis menghadapi setiap perubahan maupun ancaman. Mereka produktif dan selalu siaga untuk menangkal kemungkinan-kemungkinan yang bisa merugikan atau menghambat perkembangan perusahaan, karena itu mampu bertindak proaktif atau berinisiatif untuk mengamankan kepentingan perusahaan dan selalu mengutamakan keuntungan perusahaan.

Setiap saat seorang Manusia Timah yang sadar biaya selalu sadar bahwa biaya yang timbul atas keputusan yang diambil untuk bertindak atau tidak bertindak akan bisa merugikan atau menguntungkan perusahaan dan akan mempengaruhi efisiensi dan efektivitas perusahaan secara umum. Sikap kerja sadar biaya adalah sikap kerja seorang Manusia Timah, baik dalam bekerja maupun dalam kehidupan pribadinya.
HAKEKAT MANUSIA TIMAH

* MANUSIA TIMAH bekerja demi hidup yang bermakna.
* MANUSIA TIMAH adalah pekerja yang dinamis, kreatif, dan berprestasi.
* MANUSIA TIMAH adalah pekerja bercita-cita tinggi.
* MANUSIA TIMAH sadar akan keselarasan lingkungan dan kepedulian sosial.
* MANUSIA TIMAH adalah manusia yang unggul, tangguh dan bermartabat.

0 komentar: